Visi Besar Butuh Tim yang Besar
Kalangan Sendiri

Visi Besar Butuh Tim yang Besar

Lori Official Writer
      65

Nehemia 2: 18 

"Aku memberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku. Berkatalah mereka: 'Mari, kita mulai membangun!' Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu." 

 

Memasuki bulan kedua di tahun 2026, kita dihadapkan pada sebuah fase yang sering kali menentukan arah perjalanan sepanjang tahun. Jika bulan pertama adalah masa menata visi dan menyalakan semangat, maka bulan kedua menjadi ujian awal: apakah visi, target, dan panggilan yang Tuhan tanamkan di awal tahun masih kita pegang dengan keyakinan yang sama? Atau perlahan mulai memudar karena tekanan realita, kelelahan, dan rasa harus berjuang sendirian?  

Firman Tuhan melalui kisah Nehemia mengingatkan bahwa visi dari Allah tidak pernah dimaksudkan untuk dipikul seorang diri. Dalam kitab Nehemia 2: 18, Nehemia tidak hanya membagikan rencana pembangunan tembok Yerusalem, tetapi terlebih dahulu menyaksikan tentang “tangan Allah yang baik” yang menyertainya. Secara teologis, ini penting: Nehemia menegaskan bahwa inisiatif pembangunan bukan lahir dari ambisi pribadi, melainkan dari karya Allah yang lebih dahulu bekerja. Visi yang benar selalu berakar pada kesadaran akan penyertaan Tuhan, bukan kehebatan manusia.  

Respons umat sangat signifikan. Mereka berkata, Mari, kita mulai membangun! Kalimat ini bukan sekadar ungkapan emosional, melainkan sebuah pernyataan komitmen kolektif. Dalam konteks sejarahnya, tembok Yerusalem adalah simbol perlindungan, identitas, dan martabat bangsa. Kerusakannya mencerminkan kehancuran yang panjang, dan pembangunannya kembali adalah tugas yang terlalu besar untuk satu orang. Karena itu, frasa “mereka menguatkan tangan” menunjukkan tindakan iman yang diwujudkan dalam kerja sama nyata. Iman mereka tidak berhenti pada persetujuan, tetapi bergerak menjadi partisipasi aktif. 

Prinsip yang sama berlaku bagi kehidupan kita hari ini. Banyak dari visi yang Tuhan percayakan—baik dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, maupun pertumbuhan rohani—terasa besar karena memang tidak dirancang untuk dijalani sendirian. Allah kerap memakai komunitas, tim, dan relasi yang sehat sebagai sarana-Nya untuk menjaga kita tetap kuat ketika semangat mulai goyah. Sama seperti Nehemia, kita dipanggil bukan hanya untuk setia pada visi, tetapi juga rendah hati untuk melibatkan orang lain dalam perjalanan tersebut. 

Penggalian Alkitab ini juga menegaskan bahwa kerja sama tim bukan sekadar strategi manusia, melainkan prinsip Kerajaan Allah. Nehemia memimpin dengan menyatukan hati umat di bawah satu tujuan ilahi, satu kepemimpinan, dan satu keyakinan bahwa Allah sendirilah sumber keberhasilan. Dengan demikian, pembangunan tembok menjadi gambaran bagaimana Allah bekerja melalui kesatuan umat-Nya untuk memulihkan apa yang runtuh.  

Mari jadikan Firman pagi ini sebagai pengingat bahwa kita bisa mengerjakan panggilan dari Tuhan bersama-sama dengan orang lain. Mari berdoa dan ungkapkan bagaimana Anda membutuhkan Tuhan untuk menuntun hidup Anda: 

"Tuhan, ajarlah aku memiliki kerendahan hati untuk bekerja sama dengan sesama anggota tubuh Kristus. Aku sadar bahwa aku membutuhkan orang lain untuk menggenapi rencana-Mu yang besar. Amin." 

Ikuti Kami